WONOSOBO - Tim evakuasi terus berjuang untuk menemukan tiga korban longsor di Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, yang tertimbun longsoran. Evakuasi tersebut terkendala karena akses menuju lokasi kejadian melewati gang-gang sempit dengan lebar yang tidak lebih dari semeter.
Akibatnya, petugas harus menggunakan cara manual. Sebab, mereka tidak mungkin mendatangkan alat berat. Selain tanah yang longsor, korban tertimbun puing rumah dan batu-batu besar.
Setelah tiga jam, petugas mulai berhasil mendeteksi lokasi tertimbunnya korban. Indikasinya adalah temuan peralatan dapur dan sejumlah pakaian. Beberapa saat kemudian, petugas menemukan seorang korban yang masih berbalut selimut. Berdasar hasil identifikasi, dia adalah Saikhu Romadhon, putra Tusamin, salah seorang korban meninggal yang ditemukan sebelumnya. ''Saat bencana datang, dia memang sedang tidur,'' kata seorang kerabatnya yang selamat.
Sebagaimana diberitakan, pada Rabu siang (20/1), terjadi dua kali tanah longsor di Tieng. Selain menimbun sembilan rumah, longsor itu mengakibatkan dua orang tewas dan tiga lainnya hilang. Korban hilang diduga tertimbun longsoran tanah.
Sejam kemudian, petugas menemukan korban lainnya, Hartadi. Mayat pemuda berusia 17 tahun tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan Saikhu.
Hartadi ditemukan dalam kondisi penuh darah karena terimpit bebatuan besar. Petugas berhasil mengangkat jasad korban setelah cukup lama. Sebab, di atas batu yang mengimpit jasad korban terdapat tanah.
Menjelang magrib, pencarian korban ketiga dihentikan. Sebab, hujan deras kembali mengguyur lokasi kejadian. Petugas khawatir terjadi longsor susulan. Korban yang belum ditemukan adalah Wagisah, ibu Saikhu.
Longsor itu mengakibatkan jalur menuju objek wisata Dataran Tinggi Dieng tersebut terganggu. Sampai kemarin, jalur itu belum bisa dilalui secara normal. Petugas menerapkan sistem buka tutup untuk lalu lintas di daerah tersebut. ''Kondisinya masih rawan,'' jelas Kapolres Wonosobo AKBP Yaved Duma Parembang.
Lewat tengah hari, jalan itu ditutup total. Berdasar hasil rapat koordinasi, ditemukan retakan sepanjang 20 meter di jalur tersebut. ''Untuk antisipasi, sambil menunggu hasil penelitian dari tim geologi, hanya kendaraab roda dua dan pejalan kaki yang boleh lewat,'' katanya. (ali/jpnn/ruk)





Mencari relawan untuk bersama mengembangkan 