Pemerintah Daerah Kurang Tanggap Soal Penanganan Bencana

Republikbencana.net-Banjarmasin Pemerintah Daerah dinilai tidak tanggap soal penanganan bencana di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.Penanganan korban bencana dinilai lamban dan kebijakan pembangunanpun dinilai tidak sepihak dengan lingkungan.

Seharusnya pemerintah bisa mengatasi banjir yang setiap tahunnya dipastikan  terjadi dan mengantisipasinya agar korban banjir bisa ditangani dengan baik, hal ini terlihat beberapa waktu lalu banjir di Kabupaten Banjar, setidaknya 89 desa dienam kecamatan sdah dua pekan dengan jumlah korban banjir 34.000 jiwa lebih.Namun, baru sebagian kecil saja mereka yang mendapkan bantuan. Demikian juga dengan pendataanwarga korban.

Dengan data yang masih simpangsiur, menurut Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan jumlah korban mencapai 100.000 jiwa.

 Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Dwitho Prasetyandhi menyebutkan, pemerintah tidak pernah mau belajar, kondisi lingkungan sudah sedemikian rupa parah, tegasnya.

Sepanjang tahun 2011 hingga awal 2012 ini 10 kali bencana banjir, 2 peristiwa longsor dan 17 kali angin ribut.

Banjir yang terjadi di Kabupaten Banjar,Tanah Laut,Tanah Bumbu,dan Hulu Sungai Tengah, menyebabkan 2.730 keluarga atau 11.238 jiwa terpaksa mengungsi.

 (Sumber Media Indonesia /05/Januari/2012)

Gunung Lawotolok terus Menyemburkan Awan Panas Warga dihimbau untuk Mengungsi

Republikbencana.net, 05,Januari, 2012
Kupang Nusa Tenggara Timur, Gunung Lawotolok terus menyemburkan awas panas, (sumber Micom) menyebutkan diperkirakan sekitar 500 orang mengungsi ke Kota Lewoleba, untuk menghindari hal-hal yang kemungkinan terjadi.

Asap hitam yang keluar dari gunung tersebut mengeluarkan bau belerang sehingga,warga tidak tahan denga bau tersebut, menurut pejabat setempat beberapa kendaraan sudah disiapkan untuk mengangkut para pengungsi dari desa, tercatat sepuluh desa yang dianggap rawan jika terjadi letusan, masing-masing Desa yaitu, Lewotolok yakni Desa Watodiri, Jantoka, Lebatukan, Lanaulo, Waiwawaru, Lamau, Lewotolok, Bungamuda, Lamatute, dan Lawamara.(Sumber Media Indonesia.com)

Banjir Menggenangi ribuan Rumah Penduduk

republikbencana.net.Solo,Sragen,dan Sukoharjo Air menggenangi rumah penduduk, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika, mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai hujan deras disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, pekan ini Tingginya pasang laut dan tingginya curah hujan di hulu berpotensi menimbulkan banjir dan rob di ibu kota.
Awal Januari ada 10 kota/di lima provinsi yang terlanda banjir, yaitu Solo,Sragen, Yogyakarta, Klaten, Brebes, Nganjuk, Pasuruan, Bungo dan Banjar.
Berdasarkan data BMKG, 3-5 Januari mendatang , diperkirakan Jakarta, Bogor, dan Depok di guyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada sore hari .
Aliran air hujan dari hulu, hujan di hilir, dan pasang laut merupakan tiga faktor penentu parah tidaknya luapan air menggenangi daratan. Sumber Kompas/3/01/2012.

Selebaran Aksi Mogok Makan dan Mimbar Bebas 26 Desember 2011

PENTING!!! Butuh Solidaritas SEGERA di berbagai kota untuk hentikan pembantaian polisi terhadap Rakyat Petani Penolak Tambang di Bima-NTB yang terus terjadi.

Bima, Nusa Tenggara Barat, 24 Desember kemarin, polisi membabi-buta menembaki rakyat petani yang berjuang untuk mempertahankan tanah dan sumber air dari perampokan pemodal asing (PT SMN adalah perusahaan tambang yang 95% sahamnya dikuasai pemodal Australia). Dua remaja tewas ditembak; puluhan lainnya dalam kondisi kritis.

Tidak berhenti di situ, hingga kini 200an Brimob yang didatangkan dari Surabaya mengepung Desa Rato, tempat rakyat petani mencari perlindungan. Korban tewas akan bertambah banyak jika masyarakat Indonesia membiarkan pembantaian ini terus terjadi.

Mereka, rakyat tani Bima yang ketakutan dalam kepungan pasukan pembunuh yang bringas mengingatkan kita pada bayi Yesus yang membutuhkan uluran kasih manusia.

HENTIKAN PEMBANTAIAN terhadap RAKYAT PENOLAK TAMBANG DI BIMA-NTB; TARIK PASUKAN BRIMOB DARI SANA!

Perjuangan Jangka Panjang

http://pakntt.blogspot.com/2011/12/selebaran-aksi-mogok-makan-dan-mimbar.html